MADURA DIDESAIN JADI KAWASAN EKONOMI KHUSUS SYARIAH

Prenduan, (25/11/21) Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan (FEBI-IDIA) mendesain Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Syariah bersama Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura (FEB-UTM) dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (FEBI-INSTIKA).

Dr. KH. Holilur Rahman, MHI, Dekan FEBI IDIA mencetuskan Madura sebagai KEK syariah. Sebagai konsekuensinya perlu disiapkan industri halal sebagai pilar pendukunya, seperti dalam sambutannya “kalau di Aceh ada serambi Mekah, di Madura ada serambi Madinah. Yang mana kita akan membangun Madura dengan industri halal. Sangat beruntung kita di Madura ini ada beberapa fakultas ekonomi syariah, maka dari itu kita saling bekerja sama agar bisa mewujudkan cita-cita yg mulia tersebut”.

Sebagai bentuk persiapan terbentuknya KEK Syariah FEBI IDIA dan FEBI INSTIKA menandatangani naskah kerjasama dengan halal center Universitas Trunojoyo Madura (UTM) pada Senin (25/11/21) di ruang meeting IDIA Prenduan.

Kerjasama tersebut dihadiri langsung oleh Dekan FEBI IDIA Prenduan Dr. KH. Holilur Rahman, MHI,. Kyai Ahmad Majdi Tsabit, MM., dan ibu Lailatul Qamariah dari Halal Center UTM.

Pihak Halal Center UTM, Lailatul Qamariah, Menjelaskan bahwa pembinaan dan pemberian sertifikat halal akan terus diupayakan untuk mengembangkan insdustri-industri halal yang ada di Madura. Sebagai bentuk atensi kepada industri halal pemberian sertifkat diberikan gratis, karena disubsidi oleh negara.

Related posts

Leave a Comment