MAHASISWA FEBI IDIA HASILKAN KARYA PRODUK KREATIF DARI TUGAS KULIAH

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien dalam  mata kuliah Manajemen Inovasi dan Kreativitas menunjang para mahasiswanya untuk menciptakan produk sebagai bentuk inovasi dan kreativitas. Mahasiswa diberi waktu  selama tujuh hari di rumah masing-masing untuk melaksanakan tugas akhir tersebut.

Moh. Helmi Hidayat, S.E., M.E selaku dosen mata kuliah Manajemen Inovasi dan Kreativitas sangat mengapresiasi terhadap karya mahasiswanya. “Tugas akhir ini merupakan kegiatan mata kuliah yang dikompetisikan. Tujuan dari kegiatan ini ialah untuk memberikan nilai tambah tentang inovasi dan kreativitas yang harus digali,” terang Dosen Mata Kuliah.

Beliau menambahkan, “jadi mahasiswa diberikan pembekalan terlebih dahulu oleh saya sebelum mengekspresikan idenya, lalu hasil dari tugas kita bisa dipasarkan,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan tugas akhir sebelum UAS ini sangat unik. Hasil karya mahasiswa dari mata kuliah Manajemen Inovasi dan Kreativitas ini menggunakan konsep yang bermacam-macam. Seperti hampers light room  karya Nur Hidayah Selviyanti, 3D Picture karya Cahyaning Catur Utami, Kelor Thai Tea karya Astri Ningsih, Celengan Koin karya Muthmainnah,  dan masih banyak lagi.

Dalam pelaksanaannya berharap melalui tugas ini, dapat mengenalkan hasil karya mahasiswa untuk publik. “Sehingga karya mahasiswa itu tidak hanya disimpan di dalam kampus, namun juga dapat dimanfaatkan,” ujar beliau. Hal tersebut terbukti salah satu Hampers Light Room karya Nur Hidayah Selviyanti dapat dipasarkan dan terjual kepada masyarakat secara offline dan online serta lingkungan kampus.

Meski pandemi covid-19 masih ada dan pembatasan aktifitas masih diterapkan namun tidak membuat Mahasiswa semester 5 putus asa. Mereka tetap menjual hampers hasil kreasinya melalui penjualan secara offline dan online di media sosial. Bahkan mereka menambahkan sejumlah pernak pernik di setiap hampers seperti lilin aromaterapi pada event-event tertentu. Harga hampers yang dijual juga cukup ekomonis dan terjangkau dimulai dari harga 50 ribu rupiah.

Tak hanya warga sekitar kota sumenep peminta hampers juga banyak berasal dari luar seperti Pamekasan dan Surabaya karena pembeliannya bisa di lakukan secara online. Pada pertemuan terakhir beliau mengungkapkan tujuan dari penugasan tersebut “Jadi mereka menggunakan konsep sesuai bakat dan minatnya. Bahan-bahan  yang digunakan sangat mudah didapatkan, akan tetapi mereka sulap menjadi barang aesthitic dan dapat dimanfaatkan untuk masyarakat,” ujarnya.

Related posts

Leave a Comment